UJI CHI KUADRAT (χ2)
1. Pendahuluan
Chi
Kuadrat (χ2) satu sampel adalah teknik statistik yang digunakan untuk
menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebih klas dimana
data berbentuk nominal dan sampelnya besar.
Rumus
dari Chi Kuadrat adalah seperti rumus 5.4 berikut.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZGCJCj0WhGRSCsWTNC6Tbq-r_pRP_ipS-B-GLAxggybBfszeheAQ_oMrTE_xpkN6dBVS-bGYD7QvN0K2gimnqOyMDtb19pqZQg5S0LEKqjim9yYd_iEeMwHW-j1gUtIDXn_MA800M1wE/s1600/Slide1.JPG
|
Dimana
χ2
= Chi Kuadrat
fo =
Frekuensi yang di observasi
fh =
Frekuensi yang diharapkan
2. Ketentuan
Pemakaian Chi-Kuadrat (χ2)
Agar pengujian hipotesis dengan Chi Kuadrat dapat digunakan
dengan baik, maka hendaknya memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
a. Jumlah
sampel harus cukup besar untuk meyakinkan kita bahwa terdapat kesamaan antara
distribusi teoritis dengan distribusi sampling Chi Kuadrat.
b. Pengamatan
harus bersifat independen (unpaired). Ini berarti bahwa jawaban satu subjek tidak
berpengaruh terhadap jawaban subjek lain atau satu subjek hanya satu kali
digunakan dalam analisis.
c. Pengujian
Chi Kuadrat hanya dapat digunakan pada data deskrit (data frekuensi atau data
kategori) atau data kontinu yang telah dikelompokan menjadi kategori.
d. Jumlah
frekuensi yang diharapkan harus sama dengan jumlah frekuensi yang diamati.
e. Pada
derajat kebebasan sama dengan 1, tidak boleh ada nilai ekspektasi yang sangat
kecil. Secara umum, bila nilai yang diharapkan terletak dalam satu sel terlalu
kecil (< 5) sebaiknya Chi Kuadrat tidak digunakan karena dapat menimbulkan
taksiran yang berlebih (over estimate) sehingga banyak hipotesis yang ditolak
kecuali dengan koreksi dari Yates. Bila tidak cukup besar, maka adanya satu nilai
ekspektasi yang lebih kecil dari 5 tidak akan banyak mempengaruhi hasil yang
diinginkan. Pada pengujian Chi Kuadrat dengan banyak ketegori, bila terdapat
lebih dari satu nilai ekspektasi kurang dari 5 maka, nilai-nilai ekspektasi
tersebut dapat digabungkan dengan konsekuensi jumlah kategori akan berkurang
dan informasi yang diperoleh juga berkurang.
3. Contoh
Soal
Berikut
ini dikemukakan Chi Kuadrat untuk menguji hipotesis deskriptif (satu
sampel) yang terdiri atas dua kategori dan empat kategori atau kelas.
Contoh
1 untuk dua kategori:
Telah dilakukan
pengumpulan data untuk mengetahui bagaimana kemungkinan rakyat dikabupaten
pringgodani dalam memilih dua calon kepala desa. Calon yang satu adalah wanita
dan calon yang kedua adalah pria. Sampel sebagai sumber data diambil secara
random sebanyak 300 orang. Dari sampel tersebut ternyata 200 orang memilih pria
dan 100 orang memilih wanita.
Hipotesis yang diajukan
adalah:
Ho:
peluang calon pria dan wanita adalah sama untuk dapat dipilih menjadi kepala
desa.
Ha:
peluang calon pria dan wanita adalah tidak sama untuk dapat di pilih menjadi
kepala desa.
Untuk
dapat membuktikan hipotesis dengan rumus 5.4 tersebut, maka data yang terkumpul
perlu disusun ke dalam tabel seperti tabel 5.3 berikut:
TABEL
5.3
KECENDRUNGAN
RAKYAT DI KABUPATEN
PRINGGODANI
DALAM MEMILIH KEPALA DESA
Alternatif Calon Kepala Desa
|
Frekuensi yang diperoleh
|
Frekuensi yang diharapkan
|
Calon Pria
Calon Wanita
|
200
100
|
150
150
|
Jumlah
|
300
|
300
|
Catatan: Jumlah
frekuensi yang diharapkan adalah sama yaitu 50% : 50% dari seluruh sampel.
Untuk
dapat menghitung besarnya Chi Kuadrat (χ2)
dengan menggunakan rumus 5.4, maka diperlukan tabel penolong seperti yang
ditunjukkan pada tabel 5.4 berikut.
TABEL
5.4
TABEL
PENOLONG UNTUK MENGHITUNG CHI KUADRAT
DARI
300 ORANG SAMPEL
Alternatif Pilihan
|
fo
|
fh
|
fo - fh
|
(fo – fh)2
|
(fo –
fh)2/ fh
|
Pria
Wanita
|
200
100
|
150
150
|
50
-50
|
2500
2500
|
16,67
16,67
|
Jumlah
|
300
|
300
|
0
|
5000
|
33,33
|
Catatan: Disini
frekuensi yang diharapkan (fh) untuk
kelompok yang memilih pria dan wanita = 50%. Jadi, 50% x 300 = 150
Harga Chi
Kuadrat dari perhitungan dengan rumus 5.4 ditunjukkan pada tabel di atas
yakni jalur paling kanan yang besarnya 33,33.
Untuk
dapat membuat keputusan tentang hipotesis yang diajukan diterima atau di tolak,
maka harga chi kuadrat tersebut perlu dibandingkan dengan Chi Kuadrat tabel
dengan dk dan taraf kesalahan tertentu. Dalam hal ini berlaku ketentuan bila
Chi Kuadrat hitung lebih kecil dari tabel, maka Ho diterima, dan
apabila lebih besar atau sama dengan (≥) harga
tabel maka Ho ditolak.
Derajat
kebebasan untuk Chi Kuadrat tidak tergantung pada jumlah individu dalam sampel.
Derajat kebebasan akan tergantung pada kebebasan dalam mengisi kolom-kolom pada
frekuensi yang yang diharapkan (fh)
setelah disusun kedalam tabel berikut ini.
Kategori
I
|
A
|
M
|
II
|
B
|
N
|
(a + b)
|
(m + n)
|
Dalam
hal ini frekuensi yang diobservasi (fo) harus
sama dengan frekuensi yang diharapkan (fh). Jadi
(a + b) = (m + n) dengan demikian kita mempunyai kebebasan untuk menetapkan
frekuensi yang diharapkan (fh) = (m
+ n). Jadi kebebasan yang dimiliki tinggal satu yaitu kebebasan dalam
menetapkan m atau n. Jadi untuk model ini derajat kebebasannya (dk) = 1.
Berdasarkan
dk = 1 dan taraf kesalahan yang kita tetapkan 5% maka harga Chi Kuadrat tabel =
3,841. Ternyata harga Chi Kuadrat hitung lebih besar dari tabel (33,33 >
3,841). Sesuai ketentuan kalau harga Chi Kuadrat hitung lebih besar dari tabel,
maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, kesimpulannya, hipotesis nol
yang diajukan bahwa peluang pria dan wanita sama untuk dipilih menjadi kepala
desa di kabupaten itu ditolak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
masyarakat di kabupaten itu cenderung memilih pria menjadi Kepala Desa.
Contoh 2 untuk empat
kategori
Telah dilakukan
penelitian untuk mengetahui bagaimana kemungkinan beberapa warna mobil dipilih
oleh masyarakat Madura. Berdasarkan pengamatan selama 1 minggu terhadap
mobil-mobil pribadi ditemukan 1000 berwarna biru, 900 berwarna merah, 600
berwarna putih, dan 500 berwarna yang lain.
Ho : Peluang masyarakat
Madura untuk memilih empat warna mobil adalah sama.
Ha : Peluang masyarakat
Madura untuk memilih empat warna mobil tidak sama.
Untuk
menguji hipotesis tersebut di atas, maka data hasil pengamatan perlu disusun ke
dalam tabel penolong, seperti ditunjukkan pada Tabel 5.5 berikut. Karena dalam
penelitian ini terdiri dari empat kategori, maka derajat kebebasannya adalah
(dk) = 4 -1 = 3.
TABEL
5.5
FREKUENSI
YANG DIPEROLEH DAN DIHARAPKAN
DARI
300 WARNA MOBIL YANG DIPILIH
OLEH
MASYARAKAT MADURA
Warna Mobil
|
fo
|
fh
|
fo - fh
|
(fo – fh)2
|
(fo –
fh)2/ fh
|
Biru
Merah
Putih
Warna lain
|
1.000
900
600
500
|
750
750
750
750
|
250
150
-150
-250
|
62.500
22.500
22.500
62.500
|
83,33
30,00
30,00
83,33
|
Jumlah
|
3000
|
3000
|
0
|
170.000
|
226,67
|
Catatan: Frekuensi
yang diharapkan (fh) untuk setiap kategori adalah 3000 : 4 = 750
Berdasarkan
dk = 3 dan kesalahan 5%, maka diperoleh harga Chi Kuadrat Tabel = 7,815.
Ternyata harga Chi Kuadrat hitung lebih besar dari harga Chi Kuadrat Tabel
(226,67 > 7,815). Karena (χ2)
hitung > dari (χ2) tabel, maka Ho ditolak
dan Ha diterima. Ini berarti peluang masyarakat Madura untuk memilih empat
empat warna mobil berbeda atau tidak sama. Berdasarkan data sampel ternyata
warna mobil biru yang mendapat peluang tertinggi untuk dipilih masyarakat
Madura. Ini juga berarti mobil warna biru yang paling laku di masyarakat itu.
Komentar
Posting Komentar